Newsflash
|
Mari ikut berpartisipasi di Fantasy Soccer Liga Inggris bersama teman-teman lainnya. Kode untuk bergabung bersama liga Evolution-Soccer.com: 1154691-197878 |
| Memahami Formasi (bagian 1) |
|
|
|
| PES-WE Beginner Tips | |||||
| Written by Web Master | |||||
| Saturday, 05 April 2008 | |||||
|
Dalam memilih formasi, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. Pertama, kita memilih formasi yang cocok untuk pemain-pemain yang kita miliki. Pendekatan kedua adalah kita memilih pemain-pemain yang cocok untuk formasi kita. Tidak ada yang benar ataupun salah dari kedua pendekatan tersebut. Yang terpenting adalah bagaimana menggunakan formasi tersebut agar cocok dengan cara bermain kita. Dan perlu kita ingat di sini. tidak ada formasi yang paling kuat atau yang paling sempurna. Di sini kami tidak akan membahas mengenai formasi tertentu, karena formasi itu tergantung selera masing-masing pemain. Tapi ada satu bagian yang terpenting yang sering diabaikan oleh para pemain pemula, yaitu PLAYER ROLE (peranan pemain) yang ditempatkan di formasi tersebut. Adapun peranan pemain yang ada adalah sebagai berikut: CB (Center Back) Peranan ini akan cenderungn mempertahankan posisinya di belakang sebagai pertahanan terakhir. Pemain pada posisi ini tidak akan maju ikut menyerang ke depan, kecuali diperintahkan melalui strategi atau dikendalikan langsung. Gerakan yang umum dilakukan selain itu adalah bergerak ke samping menutupi posisi kosong yang ditinggalkan SB ataupun WB. CWP (Sweeper) Peranan ini akan cenderung bertahan dibelakang CB, bertindak sebagai lapisan pertahanan terakhir. Biasanya digunakan bila kita menggunakan 3 CB, sehingga dapat dibuat berlapis menghindari kemungkinan lawan melakukan umpan terobosan.
SB (Full Back) Peranan SB ini akan mempertahankan posisi samping daerah pertahanan kita. SB punya kecenderungan untuk maju ke depan membantu serangan, sifat ini satu sisi sangat berguna membantu serangan tapi di sisi lain sering meninggalkan lubang pertahanan sehingga mudah di serang balik (counter attack) WB (Wing Back) WB memiliki peranan gabungan antara SB dan SMF. Peranan ini tidak bisa digunakan apabila kita menggunakan SB. Karena memiliki peranan gabungan ini, maka WB akan menguras stamina pemain tersebut karena harus menjaga sayap lawan (SMF atau WF) sekaligus menyerang menekan WB atau SB lawan. DMF (Defensive Mid-Fielder) DMF berperan menjadi lapisan pertahanan di depan CB dan akan menjadi titik pertahanan di lapangan tengah ketika tim sedang membangun serangan. DMF akan menjaga sisi samping lapangan tengah juga, karena itu menggunakan 2 DMF kadang membuat pertahanan formasi menjadi lebih solid CMF (Center Mid-Fielder) CMF sebagai posisi tengah akan berperan secara seimbang dalam bertahan dan menyerang. Akan tetapi CMF tidak akan menyerang secepat AMF, dan juga dalam bertahan, tidak seperti DMF sehingga lemah terhadap serangan balik (Counter Attack) AMF (Attacking Mid Field) AMF adalah gelandang serang, akan bertindak sebagai playmaker menghubungkan permainan antara pemain tengah dengan penyerang. Peranan ini akan focus pada serangan, sehingga jarang mundur membantu pertahanan kecuali tim kita dalam tekanan serangan lawan. SMF (Side Mid-Fielder) SMF berperan di sisi lapangan, sehingga membuat celah untuk bermain melebar ke samping. Peranan ini akan cenderung membantu pertahanan dan akan mundur mengisi posisi SB yang kosong. Dalam menyerang, SMF terkadang masuk ke kotak pinalti untuk berduel menerima umpan silang (crossing) WF (Winger) WF adalah peranan penyerang yang menyerupai SMF, tapi tidak mempunyai kecenderungan untuk mundur membantu pertahanan. Peranan ini umumnya ideal untuk menfasilitasi serangan balik (counter attack) SS (Support Striker) SS adalah peranan penyerang yang cenderung mundur untuk menjemput bola atau membantu pemain tengah membangun serangan. Secara ringkas, SS mempunyai peran ganda sebagai pembangun serangan dan juga sebagai finisher. CF (Center Forward) CF adalah striker utama yang berposisi palin depan dan akan dijaga ketat oleh CB lawan. Terkadang pergerakan CF akan ke samping membantu SMF ataupun WF.
Contoh yang bagus sebagai acuan mempelajari penggunaan peranan adalah Tim Barcelona. Formasi awal (default) menggunakan 3 SS tanpa CF menyebabkan para penyerang akan mundur menjemput bola meninggalkan ruang untuk menerobos lapisan pertahanan lawan dengan umpan-umpan terobosan mengandalkan kecepatan penyerang, atau drible melewati back lawan. Formasi ini berjalan baik karena semua penyerang Barca (Henry, Eto’o, Ronaldinho, Messi) memiliki kecepatan dan drible yang luar biasa. Formasi ini akan gagal total bila dipaksakan dengan pemain-pemain AC Milan atau Bayern Munich yang penyerang-penyerangnya bersifat targetman, tanpa didukung kecepatan atau drible baik.
Only registered users can write comments! Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| Last Updated ( Saturday, 05 April 2008 ) | |||||
| < Prev | Next > |
|---|



Partai kontra Serbia menjadi babak penting bagi kelanjutan nasib Raymond Domenech. Menyusul performa buruk Prancis di beberapa laga terakhir, ini bisa jadi kesempatan terakhir buatnya.
Setelah membekuk Deltras Sidoarjo, Arema akan diuji melawan Persiba Balikpapan. Pada pertandingan di Stadion Kanjuruhan juga akan diwarnai dengan razia petasan.
Akhir pekan ini Liga Inggris memunculkan big match saat Liverpool menjamu Manchester United. Malang buat The Reds karena mereka dipastikan tak akan diperkuat Steven Gerrard.